begitu besar jasamu dalam hidupku bunda hingga kata-kataku tak mampu mengucapnya,,
walau terkadang aku mengiris-iris hatimu
engkaulah hal kedua yg kucintai setelah tuhan
di saat aku kehilangan semangat engkaulah penyulut api semangatku
dan engkaulah orator sejati di rumah
tiada yg lebih membahagiakanku selain melihatmu tersenyum atas keberhasilanku
di saat aku berurai air mata ,,belaian lembutmu mampu hentikan tangisku
bunda engkau tak hanya sekedar menakjubkan tapi engkaulah separuh nyawaku
ini ceritaku bersama ibu
ibuku adalah seseorang yg begitu sempurna di mataku dia selalu berikanku yg terbaik yg dia mampu ,,suatu ketika tuhan mengambil sedikit penglihatanku saat aku duduk di kls4 SD
aku tak mampu lagi melihat dari jarak jauh menurut dokter itu penyakit radang syaraf mata dan tidak dapat disembuhkan
hidupku serasa berakhir termasuk cita-citaku yg mungkin kandas
berkali-kali aku ke doktertapi hasilnya nihil
sering aku lihat ibu menangis saat berdoa dan mungkin doa itu untukku
dan akhirnya AKUsembuh walau harusdengan bantuan kaca mata super tebal
ternyata dokter lah yg salah diagnosis aku cuma menderita miopi
yap minus 6
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSebenarnya kamu sadar ya..
BalasHapustapi kenapa kok sering gak nurut sama Ibu...